Sunday, 17 April 2016

:: Insomnia Holic :: # Best X Factor Of Architect [Ep 2]

:: ARTSKETCHENUS ::




THANK YOU FOR WATCHING . . . 


don't forget to subscribe...

AND MY SOSMEDARCH........

Friday, 8 April 2016

:: Insomnia Holic :: # Architect Syndrome [Ep 1]

:: ARTSKETCHENUS ::





THANK YOU FOR WATCHING . . . 


don't forget to subscribe...

AND MY SOSMEDARCH........

Thursday, 17 March 2016

Musashino Art University Library Tokyo - Jepang


:: ARCHARTISTIVISU ::


|VERSI INDONESIA|
Dalam arti tradisional, perpustakaan adalah sebuah koleksi buku dan majalah. Walaupun dapat diartikan sebagai koleksi pribadi perseorangan, namun perpustakaan lebih umum dikenal sebagai sebuah koleksi besar yang dibiayai dan dioperasikan oleh sebuah kota atau institusi, serta dimanfaatkan oleh masyarakat yang rata-rata tidak mampu membeli sekian banyak buku atas biaya sendiri namun didalam perkembangan saat ini sebuah perpustakaan khususnya di indonesia masih menjadi yang masih kurang dinikmati, sebagian besar masyarakat yang pergi ke perpustakaan hanya dengan alasan ingin melakukan tugas sekolah ataupun tugas skripsi mahasiswa bahkan dari sebagian juga beranggapan " buat apa ke perpustakaan ?! kan ada mbah google ?? " ..hehehe (termasuk saya yang juga pengguna google sejati.
|ENGLISH VERSION|
In a traditional sense , a library is a collection of books and magazines . Although it can be interpreted as a personal collection of individuals , but the library is more commonly known as a large collection that is funded and operated by a municipality or institution , and used by people who on average can not afford to buy many books at his own expense , but in the current development of a libraries , especially in Indonesia still be still less enjoyable, most people who go to the library just because he wanted to do school work or student thesis assignment even of the majority also thinks " why to the library ? ! right there google ?? " .. hehehe ( including me who are also users google true .

|VERSI INDONESIA|
Tugas besar bagi saya sebagai pemuda yang penuh semangat untuk mengajak masyarakat untuk menjadikan kegiatan membaca buku di perpustakaan menjadi candu meskipun hanya kecil seperti "Rangsangan Visual". bercermin dari negara kecil asia saya menemukan artkel yang bisa kita referensikan sebagai bahan rancangan untuk membangun sebuah perpustakaan yang memiliki nilai artistik yang baik yakni " Musashino Art University Library Tokyo - Jepang ". yupz negeri jepang yang penuh inovasi dalam hal apapun (ayo indonesia jangan pernah menyerah untuk berkarya !!!). 
Sebuah perpustakaan yang didukung oleh pencahayaan dan orientasi yang baik , rak buku dalam skala besar, dan tempat membaca yang nyaman. Perkembanga dalam jaman yang sudah serba cepat dalam hal komunikasi menjadikan ini sangat mengganggu pikiran kita akankah sebuah perpustakaan buku mampu beradaptasi ? tapi inilah setidaknya dibuktikan dengan bangunan terbaru di tokyo oleh arsitektur jepang Sou Fujimoto. Perpustakaan Universitas Seni Musashino adalah karya terbesar Fujimoto sejauh ini Namun menjadikannya sangat terkenal ke seluruh dunia, karya ini mengantarkannya menjadi salah satu penghargaan terbesar di dunia arsitektur dengan tawaran untuk merancang Serpentine Pavilion di London dan mendapat pujian dari para krikus salah satunya Edwin Heathcote dimusim panas ini dengan menyebutnya sebagai paviliun Serpentine terbaik sepanjang yang pernah ada.
|ENGLISH VERSION| 
The great task for me as a young man vigorously to urge people to make reading a book in the library become addictive though only small like " Visual Stimulation " . asia mirror of a small country I find artkel can we refer as the draft materials to build a library that has a good artistic value of " Musashino Art University Library of Tokyo - Japan " . Yupz Japanese country full of innovations in any case ( let Indonesia never give up to work !!!) 
A library that is supported by good lighting and orientation , bookcase on a large scale , and a comfortable reading . Their rapidly developing in an era that has been fast-paced in terms of communication makes it very disturbing thought we would be able to adapt a library book ? but this is at least evidenced by the latest building in Tokyo by Japanese architecture Sou Fujimoto . University Library Art Musashino is the largest work of Fujimoto so far but makes it famous throughout the world , this work drove him into one of the largest award in the world of architecture with an offer to design the Serpentine Pavilion in London and received praise from the krikus one Edwin Heathcote this summer by calling it the best along the Serpentine pavilion ever.


|VERSI INDONESIA|
Musashino Art datang dengan Ide yang sederhana dan konsisten semua rancangannya dirancang dengan konstruksi Semua dinding perpustakaan di dalam dan luar terdiri dari rak buku besar yang terbuat dari kayu ringan - pada fasad mereka terbungkus oleh lapisan kaca - seperti ditetapkan dalam aspic .
kaki-kaki dari dinding rak yang tinggi dan berlubang dengan bukaan yang menawarkan sebuah fungsi jalan pintas. Lubang ini memungkinkan pengunjung memandang ke dalam dari luar bangunan secara langsung. Setengah dari 200.000 judul ditempatkan di daerah akses terbuka. daerah ruang baca yang saling terhubung satu sama lain dengan jembatan kecil. Tangga lebar disana juga dapat digunakan sebagai auditorium. Cahaya alami secara merata disaring dari atas memasuki perpustakaan melalui panel polikarbonat, menciptakan area membaca yang nyaman.
|ENGLISH VERSION| 
Musashino Art came up with the idea of ​​a simple and consistent all designed with construction designs All the walls in and outside the library consists of a large bookcase made ​​of lightweight wood - on the facade they are enveloped by a layer of glass - as specified in aspic . feet of wall shelving high and perforated with openings that offer a shortcut function . These holes allow visitors looking in from the outside of the building directly. Half of the 200,000 titles placed in the open access area . reading room area which are connected to each other by a small bridge . Wide staircase there can also be used as an auditorium . Filtered natural light evenly from top to enter the library through polycarbonate panels , creating a cozy reading area .



|VERSI INDONESIA|
Meskipun " gerakan antinomian dari perpindahan radial dan rotasi " ( Fujimoto ) , organisasi perpustakaan jelas , namun lapisan spasial Perpustakaan Universitas Musashino Art terungkap hanya ketika melewatinya, ini menjadikannya seperti seperti kulit bawang, dengan demikian dapat mengungkapkan kebijaksanaan buku tua yang tertata baik di rak-rak 'en passant' . Perpustakaan selain harus menyimpan pengetahuan , dia juga harus dapat membantu untuk menghubungkan antar bagian jenis buku-buku.
|ENGLISH VERSION| 
Although " antinomian movement of radial displacement and rotation " ( Fujimoto ) , library organizations is clear , but the spatial layers Musashino Art University Library revealed only when passed , this makes such as onion skin , thereby revealing the wisdom of an old book is well-organized in shelf shelf ' en passant ' . Libraries in addition to storing knowledge , he must be able to help you to connect between the subgroup of books .




|VERSI INDONESIA|
Cerita Dari arsitek. Salah satu proyek yang paling menarik yang pernah kulihat dalam beberapa saat, Museum & Library Musashino Art University mengusulkan hubungan baru antara pengguna dan buku-buku, dikelilingi dan dilindungi oleh mereka. Kami memiliki kesempatan untuk bertanya Sou Fujimoto tentang tantangan merancang program ini di era informasi, seperti yang Anda lihat pada video di atas. Proyek ini merupakan perpustakaan baru untuk universitas seni yang sangat terkemuka di Jepang. Ini melibatkan merancang sebuah bangunan perpustakaan baru dan perbaikan bangunan yang ada menjadi sebuah galeri seni, yang pada akhirnya akan membuat integrasi baru dari Perpustakaan dan Galeri Seni. Proyek ini dijelaskan selanjutnya adalah rencana perpustakaan baru yang duduk dalam tahap pertama dari total pembangunan. Bertindak sebagai bahtera besar, total 200.000 unit, dari yang 100.000 akan secara terbuka-arsip, sementara separuh lainnya, dalam tertutup arsip, terletak dalam ini perpustakaan dua lantai dari 6,500 di area lantai. Ini adalah perpustakaan yang terbuat dari rak buku.
Ketika saya memikirkan unsur-unsur yang menyusun sebuah perpustakaan utama, saya membayangkan buku, rak buku, lampu dan suasana. Saya membayangkan tempat yang dikelilingi oleh rak buku tunggal dalam bentuk spiral.
|ENGLISH VERSION| 
Stories From the architect. One of the most exciting projects I've seen in a while, Museum & Library Musashino Art University proposed a new relationship between the user and the books, surrounded and protected by them. We had the opportunity to ask Sou Fujimoto about the challenges of designing this program in the information age, as you can see in the video above. The project is a new library for the university art that is very prominent in Japan. It involves designing a new library building and refurbishment of existing buildings into an art gallery, which in turn will create a new integration of the Library and Art Gallery. The project described next is a new library plans to sit in the first phase of the total development. Acting as a huge ark, a total of 200,000 units, of which 100,000 will be open-archive, while the other half, in the closed archives, this library is located in two floors of 6,500㎡ in floor area. It is a library made from bookshelves.
When I think of the elements that make up a main library, I imagine the book, bookshelf, lamp and atmosphere. I imagine a single surrounded by bookshelves in a spiral shape.



|VERSI INDONESIA|
Domain terbungkus dalam spiral yang tak terbatas itu sendiri adalah perpustakaan. Hutan tak terbatas buku dibuat dari layering dari tembok tinggi 9m, diselingi oleh lubang besar.
Ini urutan spiral dari rak buku terus, akhirnya membungkus pinggiran situs sebagai dinding eksternal untuk memungkinkan penampilan luar bangunan memiliki komposisi kimia yang sama dari rak buku sebagai perpustakaan. Pertemuan seseorang dengan rak buku kolosal panjang, dalam lanskap universitas, register seketika sebagai perpustakaan, namun menakjubkan dalam kesederhanaan mimpi nya. Ini adalah perpustakaan paling perpustakaan-seperti dan perpustakaan sederhana.
|ENGLISH VERSION| 
Domain encased in an infinite spiral itself is a library. Infinite forest of books made ​​from layering of 9m high walls , punctuated by a big hole .
This sequence continues to spiral out of bookshelves , finally wrapping the outskirts of the site as an external wall to allow the outside appearance of the building has the same chemical composition of the bookshelf as a library . Meeting someone with colossal long bookshelf , in the university landscape , register immediately as a library , but stunning in its simplicity dream . This is the library of libraries and library - like simple .




  Architects
  Location
Tokyo, Japan
  Architects
Sou Fujimoto
  Client
Musashino Art University
  Area
2883.18 sqm
  Project Year
2010

TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA MOHON KRITIK DAN SARAN
THANK YOU'VE READ PLEASE FEEDBACK AND SUGGESTIONS
DON'T FORGET TO JOIN MY BLOG 
AND MY SOSMEDARCH........




Friday, 5 February 2016

Sejarah tahun baru Imlek – Gong Xi Fa Cai


:: ARCHITAINMENT ::

-SEJARAH TAHUN BARU IMLEK– 


|VERSI INDONESIA|
Beberapa hari lagi, tepatnya 8 Februari 2016, masyarakat Tionghoa merayakan Tahun Baru Imlek 2567. Lebih dari sekadar perayaan, Imlek sejatinya memiliki makna filosofi yang dalam. Di Indonesia, perayaan Imlek dilakukan dengan berbagai cara. Ada pentas seni barongsai, pertunjukan opera, festival kelenteng, dan sebagainya, termasuk diskon belanja di pusat-pusat perbelanjaan. Acara-acara di televisi tampil dengan nuansa Tionghoa. Di balik tradisi hura-hura itu, sebagaimana perayaan hari besar lain, ada pesan spiritual tentang semangat hidup dan kesediaan berbagi. Perayaan Imlek merupakan ekspresi rasa syukur atas rezeki yang didapatkan selama setahun dan membangun semangat untuk menjalani kehidupan pada tahun berikutnya.Sebelumnya aku ingin mengucapkan Selamat Tahun Baru Imlek 2016 kepada seluruh warga Tionghoa yang merayakannya di tahun ini dengan semangat api dari sang monyet "api". nah ada beberapah hal yang ada sebab ada akibat, ada asap pasti akan ada api, begitu juga mengenai hari Imlek ini pasti ada sejarahnya.
|ENGLISH VERSION|
A few more days, precisely February 8, 2016, the Chinese community celebrated the "Imlek" New Year 2567. More than just a celebration, the Chinese actually have a deep philosophical meaning. In Indonesia, the Chinese New Year celebration is done in various ways. There is a lion dance performing arts, opera, temple festivals, and so on, including discount shopping at shopping centers. Events in the television show with Chinese shades. Behind the hura-hura tradition, as well as other big celebration, there is a spiritual message about the spirit of life and willingness to share. Chinese New Year celebration is an expression of gratitude for the sustenance acquired during the year and build up the courage to live a life in berikutnya. I want to say Happy Chinese New Year 2016 to all Chinese citizens who celebrate this year a fire spirit of the monkey "fire". there are many things because there is no effect, there will definitely be no fire smoke, as well as on the day Imlek certainly has a history behind it. 

-SEJARAH TAHUN BARU IMLEK– 
BERDASARKAN PENANGGALAN


|VERSI INDONESIA|
Sejarah penanggalan Imlek, penggagasnya adalah Huang Di atau Kaisar Kuning yang memerintah (2698-2598 SM), beliau disamping seorang Raja Agung juga seorang Nabi dan sekarang disebut Bapak Ilmu Pengetahuan, karena pada jamannya paling banyak menciptakan penemuan-penemuan baru dan peradaban dunia dimulai pada zaman itu.
Sistem penanggalan karya Huang Di ini, kemudian diterapkan oleh pendiri Dinasti Xia (2205-2197 SM) dengan Kaisar bernama Da Yu, yang juga merupakan salah satu Nabi dalam agama Khonghucu, namun ketika Dinas Xia jatuh diganti Dinasti Shang (1766-1122 SM), Dinasti Shang penanggalannya diganti dengan sistem penanggalan Shang. Ketika Dinasti Shang runtuh dan diganti oleh Dinasti Zhou (1122-475 SM) sistem penanggalan juga diganti dengan sistem penanggalan Zhou. Sejak Dinasti Zhou jatuh, terjadilah jaman perang berlangsung sekitar 254 tahun. Setelah itu baru mulailah berdiri Dinasti Qin (221-207 SM) dengan Kaisar bernama Qin Shi Huang dan sistem penanggalannya dirubah lagi. Jadi boleh dikatakan di daratan Tiongkok pernah memakai 4 macam sistem penanggalan dari jaman Dinasti Xia sampai denagn Dinasti Qin.
|ENGLISH VERSION|
History of Imlek Calendar, the originator is Huang Di or the Yellow Emperor who ruled (2698-2598 BC), in addition to a High King he was also a prophet and is now called Dear Science, because most of his time creating new inventions and world civilization began in that era.
Huang Di dating system work, and then implemented by the founder of the Xia Dynasty (2205-2197 BC) and Emperor named Da Yu, who is also one of the Prophet in Confucianism, but when it falls Xia Department replaced the Shang Dynasty (1766-1122 BC), penanggalannya Shang Dynasty replaced the Shang calendar system. When the Shang Dynasty collapsed and was replaced by the Zhou Dynasty (1122-475 BC) dating system has been replaced by Zhou calendar system. Since the Zhou Dynasty fell, there was a war era lasted about 254 years. After that, start up the Qin Dynasty (221-207 BC) and named Emperor Qin Shi Huang and his calendar system changed again. So it can be said on the Chinese mainland ever to wear four kinds of systems dating from the period of the Xia Dynasty to denagn Qin Dynasty.



|VERSI INDONESIA|
Nabi Khonghucu yang hidup pada tahun (551-479 SM), beliau hidup pada masa Dinasti Zhou (1122-475 SM). Waktu itu Nabi melihat masyarakat mayoritas hidup dari pertanian, maka sistem penanggalan Dinasti Xia-lah yang paling baik dan cocok, karena awal tahun barunya jatuh pada awal musim semi, sehingga dapat digunakan sebagai pedoman dalam pertanian.
Saat itu Nabi Khonghucu menyarankan agar negara kembali menggunakan kalender Dinasti Xia, namun nasihat bijak itu tidak digubris pemerintahan waktu itu. Maka Nabi bersabda dalam Sabda Suci XV : 11 berbunyi. “Pakailah penanggalan Dinasti Xia”. Dan sabda tersebut disosialisasikan oleh para murid-muridnya. Setelah runtuhnya Dinasti Qin, berdirilah Dinasti Han (206 SM- 220 M) oleh Kaisar Han Wu Di (140-86 SM), tepatnya tahun 104 SM, sistem penanggalan Xia diresmikan sebagai penanggalan Negara dan tetap digunakan hingga saat ini. Untuk menghormati Nabi Khonghucu, penentuan perhitungan tahun pertamanya dihitung sejak tahun kelahiran Nabi Khonghucu dan Agama Khonghucu ditetapkan sebagai agama Negara.
|ENGLISH VERSION|
Khongcu prophet who lived in the year (551-479 BC), he lived during the Zhou Dynasty (1122-475 BC). At the time of the Prophet saw the majority of people live from agriculture, the calendar system Xia Dynasty was the most good and suitable, since the beginning of the new year fall in early spring, so it can be used as a guideline in agriculture.
When the Prophet Confucian suggested that the state re-use calendar Xia Dynasty, but it was not heeded the wise counsel of the government. Then the Prophet said in the Holy Word XV: 11 reads. "Wear calendar Xia Dynasty". The words and disseminated by the students. After the collapse of the Qin Dynasty, stood the Han Dynasty (206 BC-220 AD) by the Emperor Han Wu Di (140-86 BC), precisely in 104 BC, the calendar system was inaugurated as the Xia calendar State and remains in use to this day. To honor the prophet of Confucius, the determination of the calculation of the first year counted since the birth of the Prophet of Confucius and Confucianism established as the State religion.


|VERSI INDONESIA|
Mitos Tahun Baru Imlek
Menurut legenda, dahulu kala, Nián (年) adalah seekor raksasa pemakan manusia dari pegunungan (atau dalam ragam hikayat lain, dari bawah laut), yang muncul di akhir musim dingin untuk memakan hasil panen, ternak dan bahkan penduduk desa. Untuk melindungi diri merka, para penduduk menaruh makanan di depan pintu mereka pada awal tahun. DIpercaya bahwa melakukan hal itu Nian akan memakan makanan yang telah mereka siapkan dan tidak akan menyerang orang atau mencuri ternak dan hasil Panen.
Pada suatu waktu, penduduk melihat bahwa Nian lari ketakutan setelah bertemu dengan seorang anak kecil yang mengenakan pakaian berwarna merah. Penduduk kemudian percaya bahwa Nian takut akan warna merah, sehingga setiap kali tahun baru akan datang, para penduduk akan menggantungkan lentera dan gulungan kerta merah di jendela dan pintu. Mereka juga menggunakan kembang api untuk menakuti Nian. Adat-adat pengurisan Nian ini kemudian berkempang menjadi perayaan Tahun Baru. Guò nián (Hanzi tradisional: 過年; bahasa Tionghoa: 过年), yang berarti “menyambut tahun baru”, secara harafiah berarti “mengusir Nian”. Sejak saat itu, Nian tidak pernah datang kembali ke desa. Nian pada akhirnya ditangkap oleh 鸿钧老祖 atau 鸿钧天尊Hongjun Laozu, seorang Pendeta Tao dan Nian kemudian menjadi kendaraan Honjun Laozu.
|ENGLISH VERSION|
Myth Lunar New Year
According to legend, ancient, Nian (年) was a man-eating giant from the mountains (or within range of another saga, from the bottom of the sea), which appears at the end of winter to feed on crops, livestock and even the villagers. To protect themselves they see themselves, the villagers put food on their doorstep at the beginning of the year. It is believed that doing so Nian would eat food that they had prepared and will not attack people or steal livestock and harvest results.
At one time, people saw that the Nian running scared after meeting with a young child wearing a red dress. Residents then believe that the Nian was afraid to be a red color, so that each time a new year is coming, the villagers would hang red lanterns and scrolls kerta in windows and doors. They also use fireworks to scare Nian. Nian customs pengurisan then berkempang into the New Year celebration. Guo Nian (traditional Hanzi: 過年; Chinese: 过年), which means "welcome the new year", literally meaning "drive out Nian". Since that time, Nian never came back to the village. Nian eventually captured by 鸿钧 老祖 or 鸿钧 天尊 Laozu Hongjun, a Taoist and Nian became Honjun Laozu vehicle.

|VERSI INDONESIA|
Resume:
Sebelum Dinasti Qin, tanggal perayaan permulaan sesuatu tahun masih belum jelas. Ada kemungkinan bahwa awal tahun bermula pada bulan 1 semasa Dinasti Xia, bulan 12 semasa Dinasti Shang, dan bulan 11 semasa Dinasti Zhou di China. Bulan kabisat yang dipakai untuk memastikan kalendar Tionghoa sejalan dengan edaran mengelilingi matahari, selalu ditambah setelah bulan 12 sejak Dinasti Shang (menurut catatan tulang ramalan) dan Zhou (menurut Sima Qian). Kaisar pertama China Qin Shi Huang menukar dan menetapkan bahwa tahun tionghoa berawal di bulan 10 pada 221 SM. Pada 104 SM, Kaisar Wu yang memerintah sewaktu Dinasti Han menetapkan bulan 1 sebagai awal tahun sampai sekarang.
|ENGLISH VERSION|
Summary
Prior to the Qin Dynasty, the date to celebrate the beginning of something still unclear. There is a possibility that the beginning of the year begins in 1 during the Xia Dynasty, Shang Dynasty during the 12 months, and 11 months during the Zhou Dynasty in China. Intercalary month is used to ensure the Chinese calendar in line with circular around the sun, always a plus after 12 months since the Shang dynasty (according to the records oracle bones) and Zhou (according to Sima Qian). China's first emperor Qin Shi Huang to exchange and establish that tionghoa year begins in the month of 10 in 221 BC. In 104 BC, during the reign of Emperor Wu of the Han Dynasty set the month 1 as the beginning of the year until now.

TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA MOHON KRITIK DAN SARAN
THANK YOU'VE READ PLEASE FEEDBACK AND SUGGESTIONS
DON'T FORGET TO JOIN MY BLOG 
AND MY SOSMEDARCH........



Wednesday, 27 January 2016

:: Art in One Piece Lovers :: _Quality Time_ Ep 2

:: ARTSKETCHENUS ::



TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA MOHON KRITIK DAN SARAN
THANK YOU'VE READ PLEASE FEEDBACK AND SUGGESTIONS
DON'T FORGET TO JOIN MY BLOG 
AND MY SOSMEDARCH........